Alasan Mengapa Stadion Sepak Bola di Inggris Tidak Menggunakan Pagar Pembatas

Posted by Ilham Prasetyo Jumat, 29 Oktober 2010 15 komentar
Selain dikenal dengan Kick And Rush nya, Liga Inggris dikenal dengan kualitas lapangan nomor wahid. Dan satu lagi, stadion - stadion di Inggris ternyata nggak punya pagar pembatas antara tribun penonton dengan lapangan. Dan yang lebih hebatnya lagi, jarak bangku penonton dengan lapangan gak lebih dari 5 meter. Kenapa bisa begitu?


Ternyata hal tersebut diberlakukan bukan karena penonton Liga Inggris pada baik dan tertib, tapi karena penonton pada bengal dan brutal. Lhooo..kok bisa? Penonton nya brutal kok ga dikasih pagar pembatas? Ini dia sejarahnya dan alasannya . . .



Anda pasti sudah tahu dengan kerusuhan yang dilakukan supporter Liverpool di Belgia sewaktu final Liga Champions lawan Juventus. Kerusuhan yang terjadi 29 Mei 1985 yang kemudian dikenal dengan Tragedi Heysel ini memakan korban jiwa 39 orang.

Tragedi tersebut berdampak besar bagi sepakbola Eropa. Ada kesalahan tentu ada sanksi. Soal kerusuhan dan pelanggaran, Eropa paling tegas. UEFA akhirnya melarang Liverpool main di Eropa selama 5 tahun. Dan uniknya, FA (Konfederasi Sepakbola Inggris) malah ikut - ikutan nambahin hukuman.

Dan yang lebih unik, bukan cuma Liverpool, tapi semua klub Inggris nggak boleh main di luar Inggris selama 5 tahun! Dan yang paling unik, ternyata gak ada protes dari klub-klub yang kena sanksi.

“Lho Liverpool yang salah, kok gue kena getahnya?” mungkin begitu celoteh klub-klub Inggris tersebut. Semua pasrah. Ulah fans Liverpool saat itu yang mabuk berat dan berkategori hooligans benar-benar menampar muka sepakbola Inggris. Namun begitu semua klub sepakat introspeksi.

Hukuman FA nggak berhenti di situ. Ada banyak perubahan parameter keamanan lainnya. Yang paling mencolok adalah menghilangkan pagar pembatas tribun penonton dan lapangan serta nggak boleh lagi ada tribun kelas berdiri (tanpa kursi) di seantero Inggris. Di Eropa, cuma Inggris yang nggak menjual tiket tanpa kursi.



FA sempat dikecam oleh publik sepakbola Inggris, bahkan Eropa. Jelas banyak yang sewot karena tiket berdiri harganya murah meriah. Dan hal yang dianggap paling gila adalah menghilangkan pagar pembatas. Ada pagar aja rusuh, apalagi ompong melompong? 

Tapi buat FA, kelas suporter berdiri justru pusatnya biang kerok. Jadi, sekarang ini semua stadion di Inggris tanpa pagar dan tidak menjual tiket bernomor kursi. FA memang organisasi berpengalaman. Ide mereka ternyata berhasil.

Hilangnya pagar pembatas justru membuat dewasa suporter Inggris. Karena FA juga mencatat identitas penonton yang masuk stadion. Sekali bikin rusuh, si suporter bakal di-banned masuk stadion di seluruh Inggris untuk beberapa tahun, bahkan selamanya. Di dalam stadion juga nggak boleh terlihat pasukan polisi alias harus menyamar.


 Dengan aturan tersebut, bukan berarti sepakbola Liga Inggris 100% aman.  Penggemar Setan Merah pasti tidak akan lupa dengan “tendangan kung fu” Eric Cantona kepada suporter Crystal Palace di pinggir lapangan.

Atau The Kop masih ingat dengan insiden masuknya balon ke lapangan yang dilemparkan seorang remaja yang akhirnya membuat liverpool kalah dari Sunderland.


Terlepas dari hal itu, rasanya kita wajib mengacungkan 2 jempol untuk keberanian FA dan sikap dewasa para suporter Liga Inggris yang dulu sering bikin orang resah, sekarang justru relatif lebih santun. Kalau misalkan hal serupa diterapkan di Liga Indoensia, apa yang kira-kira bakalan terjadi ya?


Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5608885

15 komentar:

hsajax mengatakan...

Berhasil....berhasil.....
Pertamax diamankan @_@
Btw ksihan juga ngeliatinnya ^_^ hehe
Keep update gan (o_0)

Asis Sugianto mengatakan...

kalau di Indonesia gak pake pagar pembatas, pasti tiap pertandingan suporter masuk ke arena pertandingan, tapi gak maen bola, tapi maen adu jotos,,,,,

moenas mengatakan...

inggris memang mantabzzz brow jauh banget sama indi hik..hik..

kisah abu nawas mengatakan...

owh itu ya alasannya sob baru sadar sebabnya

Syamsul Rijal mengatakan...

penonto inggris tau aturan , di indo sedikit paham dengan aturan .....

Catatan Kecil mengatakan...

ini yg perlu di tiru oleh PSSI dan jg klub sepak bolah tanah air, satu lagi penonton jg harus sportif baik menang atau kalah,,,,sebab biasanya kalau kalah wasitnya yg disalahkan akhirnya suruh.

Catatan Kecil mengatakan...

follow U sob.

Catatan Kecil mengatakan...

thank U banyak Sob...dah berkunjung

eas dudul mengatakan...

liga inggris emang sudah maju. beda hal dengan sepakbola di indonesia. belum berada di dalam tribun lapangan, di luar aja penonton udah pada ribut, mulai dari nggak mw bayar karcis. pa lagi klu nggak di kasih pagar pembatas ma lapangannya, nggak tau dah,.bakalan lapangannya dibanjiri suporter x. kapanlah maju sepakbola kita ini.

TUKANG CoLoNG mengatakan...

patut dicoba di Indonesia. terutama yg isi identitas penonton

Ilham Prasetyo mengatakan...

@all : Thanks yaa sudah memberikan Commentarnnya ... :D

kisah abu nawas mengatakan...

terasa lega kalau tak ada pembatas sob.
tapi rawan kayaknya

Film Baguz mengatakan...

Thanks infonnya yaa sob,

sob komment balik yaa saya tunggu kommetarnnya ..

Berita Dunia mengatakan...

Seandainnya tu ketua PSSI di ganti saya jamin dehh, INdonesia pasti akan semakin maju Sepakbolannya ..
masa kita harus dipimpin sama orang KORUPTOR ..
Mereka harus bannyak belajar dari FA ..

NgePas mengatakan...

salam..
mudah2an suporter indonesia lebih dewasa lagi... sama kyk ketua PSSInya supaya ada malunya :D

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca Artikel Ini Dan Jangan Lupa untuk memberikan komentarnnya ...