Wahai Para Calon Pemimpin, Tauladani Kepemimpinan Umar Bin Abdul Aziz

Posted by Ilham Prasetyo Rabu, 25 Juni 2014 5 komentar
Tahun 2014 ini adalah tahun di mana masyarakat Indonesia akan mengadakan pergantian pemerintahan dan masyarakat Indonesia berharap semoga tidak ada lagi pemimpin yang hanya berjanji banyak dengan menjanjikan hal-hal yang besar tapi tidak terlaksana. Kita pasti setiap pergantian pemimpin kita negara kita mengalami banyak perubahan dan kemajuan walaupun masih banyak PR pemerintah yang harus di selesaikan.

Kita harus belajar dari seorang pemimpin yang sangat baik yaitu Umar Bin Abdul Aziz, beliau memimpin rakyatnya dengan sungguh-sungguh, keputusan yang dia ambil selalu dia pertimbangkan untuk kepentingan rakyatnya.
Lansung saja kita simak kisah pemimpin Umar Bin Abdul Aziz yang saya ambil dari blog teman saya.

Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi bahwa Umar bin Al-Khatab telah berkata : "Dari anakku nanti akan lahir seorang lelaki yang menyerupaiku dari segi keberanian, dan akan memenuhi dunia dengan keadilan." Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Mungkin itulah peribahasa yang tepat untuk seorang khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz bin Marwan bin Hakam, yang dilahirkan pada tahun 61 H dari rahim seorang perempuan bernama Laila Binti ‘Asim bin Umar bin Khattab RA.

 Kepemimpinan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz Patut Di Contah :

  1. Saat di baiat menjadi khalifah beliau langsung lemas dan berkata "Innalillahi Wainnaailaihi Roji'un"
  2. Kemewahannya dibuang, padahal sebelum jadi khalifah beliau sangat terkenal dengan hidup mewah. Harta-hartanya dibawa di bawa ke baitulmal kemudian beliau hidup seperti rakyat biasa dan makan ala kadarnya.
  3. Aset pemerintahan digunakan seperlunya saja, diluar dari masalah kedinasan beliau tidak memakai aset pemerintah
  4. Keadilan dan kesejahteraan merata dan tidak ada yang mau menerima sedekah karena hidup mereka menjadi makmur walaupun memerintah cuma 2 tahun lamanya
  5. Ahlaknya mulia karena beliau juga termasuk ulama.

Bandingkan dengan Pemerintahan Zaman Sekarang

  1. Merasa senang dan bangga terpilih jadi pemimpin
  2. kemewahan dan hidup mewah tetap dipelihara, bila perlu ditambah.
  3. Aset pemerintahan dipakai seenaknya saja, bila perlu pakai yang mewah-mewah
  4. Keadilan tidak merata, rakyat banyak yang hidup susah dan menderita
  5. Akhlaknya tidak mulia
Wahai para pemimpin bangsa, baca sejarah beliau dan tauladani cara memerintahnya beliau agar negara menjadi makmur dan engkau mulia disisi ALLAH SWT.

Kisah Khalifah Umar Bin Abdul Aziz :

Beliau telah menghafal Alqur’an sejak masih kecil, kemudian merantau ke Madinah untuk menimba ilmu pengetahuan. Selain itu, beliau juga berguru kepada tokoh-tokoh terkemuka seperti Imam Malik bin Anas, Umar bin Zubair, Abdulloh bin Ja’far, Yusuf bin Abdulloh dan beberapa tokoh di Mesir.
Sebelum menjadi khalifah, setiap hari beliau mengganti pakaian lebih dari satu kali, memiliki emas dan perak, pembantu dan istana, makanan dan minuman, serta segala yang diinginkan dan diharapkan berada dalam genggaman. Namun, ketika memangku kekhalifahan dan menjadi penanggung  jawab urusan kaum muslimin, beliau meninggalkan semua itu. Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai khalifah yang sangat berhati-hati dengan harta, terutama yang berhubungan dengan harta rakyat. Alkisah, beliau menyediakan 2 buah lilin di rumahnya. Satu lilin digunakan untuk keperluan keluarga beliau, dan lilin yang kedua digunakan untuk keperluan negara dan rakyat.

Fase Kekhilafahan

Abu Ja`far Umar bin Abdul Aziz dilantik pada bulan Safar 991 H/717 M setelah kematian sepupunya, Khalifah Sulaiman dan atas wasiat beliau untuk menjadi khalifah Bani Umayyah keenam. Selama memegang pemerintahan, langkah-langkah sukses yang beliau lakukan adalah sebagai berikut:

1.    Memulai dari diri sendiri, keluarga dan istana
Beliau sadar bahwa tidak mungkin melakukan perbaikan dalam kehidupan negara yang luas kecuali dengan memulai dari diri sendiri. Maka langkah pertama yang harus beliau lakukan adalah membersihkan diri sendiri, kemudian melanjutkannya pada keluarga dan istana kerajaan. Dengan tekad itulah, sebuah reformasi besar yang abadi dimulai dalam sejarah.

Begitu selesai dilantik, beliau segera memerintahkan untuk mengembalikan seluruh harta pribadinya ke kas negara, termasuk seluruh pakaian beliau yang mewah. Beliau juga menolak tinggal di istana dan memilih untuk  menetap di rumah. Pola hidup beliau berubah secara total, dari seorang pencinta dunia menjadi seorang zahid yang hanya mencari kehidupan akhirat yang abadi. Sejak berkuasa beliau tidak pernah lagi tidur siang, apalagi mencicipi makanan enak. Akibatnya, badan yang tadinya padat berisi dan kekar berubah menjadi kurus dan ceking.

Setelah selesai dengan diri sendiri, beliau melangkah kepada keluarga inti. Beliau memberikan dua pilihan kepada istri beliau, “Kembalikan seluruh perhiasan dan harta pribadimu ke kas negara, atau kita harus bercerai!” Tapi istrinya, Fatimah Binti Abdul Malik, memilih ikut bersama suaminya dalam kafilah reformasi tersebut. Langkah itu juga beliau lakukan dengan anak-anak beliau. Suatu saat anak-anak beliau protes, karena sejak beliau menjadi khalifah mereka tidak pernah lagi menikmati makanan-makanan enak dan lezat yang biasa mereka nikmati sebelumnya. Tapi Umar justeru menangis tersedu-sedu dan memberikan dua pilihan kepada anak-anak beliau, “Saya beri kalian makanan yang enak dan lezat tapi kalian harus rela menjebloskan saya ke neraka, atau kalian bersabar dengan makanan sederhana ini dan kita akan masuk surga bersama.”

Langkah pembersihan diri, keluarga dan istana ini telah meyakinkan publik akan kuatnya political will untuk melakukan reformasi dalam kehidupan bernegara, khususnya dalam pembersihan KKN. Sang pemimpin telah telah menunjukkan tekadnya, dan memberikan keteladanan yang begitu menakjubkan.

2. Gerakan Penghematan
Salah satu sumber pemborosan dalam penyelenggaraan negara biasanya terletak pada struktur negara yang tambun, birokrasi yang panjang, dan administrasi yang rumit. Maka setelah secara pribadi beliau menunjukkan tekad untuk hidup sederhana, maka beliau pun mulai membersihkan struktur negara dari pejabat korup. Selanjutnya beliau merampingkan struktur negara, memangkas rantai birokrasi yang panjang, dan menyederhanakan sistem administrasi. Dengan cara itu negara menjadi sangat efisien dan efektif.

Simaklah sebuah contoh bagaimana penyederhanaan sistem administrasi akan menciptakan penghematan! Suatu saat gubernur Madinah mengirim surat kepada Umar Bin Abdul Aziz meminta tambahan blangko surat untuk beberapa keperluan adminstrasi kependudukan. Tapi beliau membalik surat itu dan menulis jawabannya, “Kaum muslimin tidak perlu mengeluarkan harta mereka untuk hal-hal yang tidak mereka perlukan, seperti blangko surat yang sekarang kamu minta.”

3. Redistribusi Kekayaan Negara
Langkah ketiga adalah melakukan redistribusi kekayaan negara secara adil.
Dengan melakukan restrukturisasi organisasi negara, pemangkasan birokrasi, penyederhanaan sistem administrasi. Pada dasarnya Umar telah menghemat belanja negara, dan pada waktu yang sama, mensosialisasikan semangat bisnis dan kewirausahaan di tengah masyarakat. Dengan cara begitu Umar memperbesar sumber-sumber pendapatan negara melalui zakat, pajak dan jizyah.

Dalam bidang ilmu pula, beliau telah mengarahkan cendekiawan Islam supaya menterjemahkan buku-buku  kedokteran dan pelbagai bidang ilmu dari bahasa Greek Latin dan Siryani ke dalam bahasa Arab, agar umat Islam dapat mempelajarinya dengan mudah.

Dalam mengukuhkan lagi dakwah-dakwah Islam, beliau mengirimkan 10 orang pakar Islam ke Afrika Utara, serta mengirimkan beberapa orang pendakwah kepada raja-raja India, Turki, dan Bar-bar di Afrika Utara untuk mengajak mereka kepada Islam.

Disamping itu, beliau juga telah menghapuskan bayaran jizyah yang dikenakan kepada orang-orang non muslim dengan harapan akan banyak yang memeluk islam.

Khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz yang terkenal dengan keadilannya telah menjadikan keadilan sebagai keutamaan pemerintahannya. Beliau menginginkan semua rakyatnya diperlakukan secara adil tanpa memandang keturunan atau pangkat.

Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Setelah 2 tahun menjabat menjadi Khalifah, beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Sungguh waktu yang amat singkat yang ditempuh sebagai seorang pemimpin. Dengan waktu yang sesingkat itu, seorang pemimpin belum tentu bisa bekerja secara optimal. Namun, khalifah Umar bin Abdul ‘Aziz telah membuktikan sebaliknya. Dalam jangka yang cukup singkat, Dinasti Umayyah menjadi semakin kuat serta tidak terjadi pemberontakan baik dari dalam maupun luar. Patutlah beliau menjadi teladan bagi pemimpin-pemimpin pada era ini. Hanya dalam tempo 852 hari beliau telah mampu  mengubah sistem pemerintahan ke arah yang diridlai Allah SWT.


Sumber : http://apitaik.blogspot.com/2012/08/wahai-para-pemimpin-tauladani.html

5 komentar:

fb mengatakan...

Susah cari pemimpin seperti Umar itu ya

ALDI GAMESOFT - WWW.GAMESOFTKU.COM mengatakan...

Sangat Rumit Mencari Sesorang Pemimpin Seperti Umar , Jangankan 100% Mirip , 50% pun Jarang

page mengatakan...

nitip link baru bos,please????
info kostum badut

randy mengatakan...

Hi, very interesting post thanks for sharing. Can I contact your through your email. Thanks!

Randy
randydavis387 at gmail.com

Serbifo mengatakan...

Selama ingin jadi pemimpin karena haus kekuasaan takan pernah menemukan pemimpin seperti Umar Bin Abdul Aziz.

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca Artikel Ini Dan Jangan Lupa untuk memberikan komentarnnya ...